Tampak depan gedung House of Sampoerna
Layaknya sebuah museum, House of Sampoerna membawa kita menapak tilas perjalanan hidup sang juragan kretek, Liem Seeng Tee dan keluarga, serta usaha yang dirintisnya. Begitu kamu melangkahkan kaki masuk ke dalam museum, kamu akan disambut dengan replika warung pertama Seeng Tee di sebelah kiri. Di replika tersebut diceritakan bahwa Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio memulai usahanya dengan menyewa warung kecil di suatu daerah kota tua Surabaya. Di warung itu mereka menjual bahan makanan pokok dan produk tembakau untuk menghidupi keluarga. Liem Seeng Tee juga bersepeda keliling Surabaya untuk menjual produk tembakau. Inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Sampoerna.
Warung pertama Liem Seeng Tee dan istri
Sepeda yang digunakan Seeng Tee berkeliling menjajakan produk tembakau
Masih di ruangan yang sama dengan replika warung pertama Seeng Tee di lantai dasar, di museum ini juga diperlihatkan replika dari oven pengeringan tembakau yang digunakan oleh para petani tembakau untuk mengeringkan tembakau dengan cara menggantung tembakau yang telah diikat di tiang bambu di dalam oven. Langkahkan kaki kamu lebih jauh ke dalam museum dan akan tampak sistem R&D sederhana yang digunakan pada masa awal dirintisnya usaha produk tembakau Seeng Tee.
Oven pengeringan tembakau
Peralatan R&D sederhana yang digunakan untuk eksperimen pembuatan rokok
Di area yang sama kamu juga akan menemukan mesin yang pernah digunakan untuk mencetak bungkus rokok. Terletak di bagian samping mesin itu plat yang menjadi base cetakan bungkus rokok. Di tengah ruangan tersebut juga dipamerkan berbagai macam plat cetakan bungkus rokok dengan berbagai macam desain.
Mesin pencetak bungkus rokok Plat cetakan bungkus rokok Dji Sam Soe
Berbagai macam plat cetakan bungkus rokok
Area lantai dua museum lebih ter-occupied dengan kain batik dan berbagai souvenir bertema Surabaya seperti kaos, pin, dan souvenir lainnya yang bisa kamu beli sebagai oleh-oleh. Dari lantai ini pula kamu bisa melihat atraksi pembuatan rokok Dji Sam Soe oleh tenaga kerja Sampoerna. Namun seperti yang saya bilang sebelumnya, saya nggak bisa melihat atraksi tersebut karena saya datang ke museum di malam hari.
Oh iya, selain cerita-cerita mengenai perkembangan usaha Sampoerna, di museum ini juga diperlihatkan "sisi lain" dari Sampoerna. Seperti misalnya, dulu Sampoerna memiliki gedung theater yang sangat ternama di masa kejayaannya (dulu bernama Bioskop Dapoean), yang gedungnya sekarang dijadikan sebagai House of Sampoerna ini. Beberapa koleksi Sampoerna Theater tersebut pun mejeng di dalam museum tersebut. Di museum itu pun terpajang seperangkat alat Marching Band Sampoerna, di mana marching band ini pernah mewakili Indonesia pada perlombaan Tournament of Roses di California, Amerika Serikat, tahun 1990 dan 1991. Marching Band Sampoerna tersebut dimainkan oleh 234 pekerja pabrik. Di area sekitar alat marching band diperdengarkan lagu yang dimainkan oleh Marching Band Sampoerna saat mengikuti perlombaan tersebut.
Beberapa koleksi Bioskop Dapoean (Sampoerna Theater)
Peralatan Marching Band Sampoerna
Beberapa sudut museum ini dihiasi dengan gambar poster iklan rokok keluaran Sampoerna dan juga iklan acara-acara yang disponsori oleh Sampoerna. Di dalam museum juga tersedia replika warung / kios rokok yang bisa digunakan untuk narsis lho hahaha!
Berbagai poster Sampoerna yang menghiasi salah satu sudut museum
Numpang mejeng di replika kios rokok, hehe
House of Sampoerna nggak hanya menampilkan barang-barang koleksi yang menceritakan sejarah perjalanan hidup usaha sang juragan kretek ini. Di dalamnya juga terpajang foto dan barang yang berkaitan dengan kehidupan pribadi keluarga Seeng Tee, seperti misalnya koleksi lama kebaya istri Seeng Tee dan juga piala kejuaraan berkuda yang dimenangkan oleh joki yang dipekerjakan oleh anak Seeng Tee yang tertarik dengan dunia berkuda.
Kalau kamu mau berkunjung ke House of Sampoerna, House of Sampoerna ini letaknya di dekat bekas penjara Kalisosok, Surabaya. Disarankan untuk datang pada hari kerja di antara jam 9 pagi hingga jam 3 sore, karena pada jam tersebut lah kamu bisa menonton atraksi pembuatan rokok Dji Sam Soe. Sedangkan House of Sampoerna itu sendiri buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga jam 10 malam.
Mungkin ada yang berpikiran bahwa dengan datang ke House of Sampoerna seakan-akan memiliki kesan kamu mendukung rokok. Saya sendiri bukan penyuka rokok, dulu malah benci (walaupun sekarang biasa saja hehe). Namun kamu bisa melihat bagaimana pendiri dan pengelola House of Sampoerna ini begitu menghargai sejarah dengan menjadikan gedung yang pernah menjadi bioskop terbesar dan ternama pada masanya, menjadi museum yang sangat apik yang menceritakan sejarah salah satu perusahaan besar dan ternama yang ada di Indonesia. Gedung bersejarah yang menceritakan sejarah. Menarik bukan? :)
No comments:
Post a Comment